RASA YANG TERTINGGAL
Apa
ini yang namanya cinta lama bersemi kembali. Apa ini yang namanya rasa yang
tertinggal? Entahlah apa yang sedang kurasakan saat ini....
Ya..
Dia yang dahulu pernah mengisi hati. Dia yang dahulu pernah mewarnai hidup ini.
Dia juga yang dahulu telah menoreh goresan luka yang amat mendalam. Kini dia
datang lagi. Aku tak pernah mengiranya. Suatu ketidaksengajaan, keisengan yang
berujung cukup manis atau justru pahit. Dia datang dengan sedikit harapan yang
tersisa. Dia datang dengan sejuta perhatiannya padaku. Membuat aku mengingat
kembali kenangan manis bersamanya dahulu. Namun ku tak ingin mengulangnya,
merasakan rasa sakit itu –lagi-.
Dia
membuatku kembali nyaman. Dia membuatku takut kehilangan untuk yang kedua
kalinya. Tunggu! Takut kehilangan? Apa aku mulai mengagumi sosoknya lagi? Apa
rasa itu tumbuh kembali? Dan sesungguhnya memang benar, tanpa kuduga rasa itu
mulai tumbuh apik seperti dahulu. Tertata rapi di suatu tempat yang cukup
indah. Namun apa itu akan terbalaskan? Kurasakan, ku coba menerka arti semua
perhatiannya padaku. Mungkin hanya perhatian kepada seseorang yang –dahulu- pernah disayangi. Dan
tak lebih untuk memilikinya kembali
Kenyataanya
perasaan yang dahulu pernah hilang kini muncul kembali semakin dalam hingga tak
sadar bahwasanya yang kurasakan hanyalah perasaan sesaat yang cepat atau lambat
akan terkecewakan dan tersakiti olehnya yang hanya menoreh sedikit perhatian
yang kemungkinan hanyalah pelampiasan dan pelarian semata.
Dan
kucoba membuang jauh-jauh harapan ini. Harapan untuk bersamanya kembali. Untuk
memilikinya kembali. Mencoba menerima kenyataan bahwasanya tak akan ada celah
untukku memasuki hatinya kembali. Karna ku tahu, disitu telah terisi oleh
seseorang yang lebih istimewa.