"Sakit gasih jadi kamu? Yang selalu menunggu kepastian
yang ga pernah pasti, nungguin seseorang yang belum tentu lagi nunggu kamu,
mikirin seseorang yang selalu ga peduli sama kamu.. Kamu lakukan karna kamu
cinta dia? Kamu mencintai dirinya tanpa sebuah alasan. Kamu hanya.......melakukannya
tanpa peduli resiko apa yang akan kamu terima. Mungkin kamu akan terus
menangisi kepergiannya yang sebenarnya dia tak pergi, dia hanya bersama dengan
yang lainnya. Dia pergi bersama kecintaannya. Sedangkan kamu? Diam dalam
kenangan pahit. Memikirkan bagaimana nasibmu jika tak bersama dia? Bagaimana
mungkin kamu melakukan hal ini? Ini begitu sakit. Kamu pun tak tahu sebenanarnya
sedang digantung ataukah dia memang tidak menganggapmu apapun. Dia hanya
berfikir bahwa “dia mencintaiku, tapi yasudah..”. Kamu pun tak tahu akankah
sampai detik ini ada secuil harapan untukmu. Yang kamu lakukan sekarang hanyalah
menyercah sedikit harapan. Memohon agar tuhan memberikan cinta dihatinya. Memohon
agar tuhan membuat waktu menjadi terulang kembali sehingga kamu dapat merasakan
cintanya lagi untuk kedua kalinya. Akankah dia mengharapkan begitu juga?
Akankah dia memikirkan kesakitan hatimu ini? Dia bersama wanita lain, bercanda,
bersenda gurau tanpa tahu ada perasaan yang amat tercabik disini. Akankah dia
tahu perasaan ini? Akankah dia tahu bahwa cinta ini begitu besar? Akankah dia
tahu sebenarnya rasa sakitlah yang aku ubah menjadi rasa cinta, bukan
membencimu. Mencintaimu tanpa dibalaspun aku ikhlas. Menyayangimu tanpa belas
kasihanpun aku ikhlas. Tak ada kata pamrih dalam hati ini. Hanya ingin kau mengerti,
aku tak pernah terpaksa untuk mencintaimu, sedikitpun itu. Kulakukan dengan
seluruh hatiku tanpa mampu melihat resiko apapun. Ku biarkan rasa sayang ini
melebar, membanyak. Tak apa aku senang mencintaimu. Aku hanya ingin menjadi yg
terbaik untukmu, walau kenyataannya pun aku tak pernah :)"