Memasuki bulan November. Bulan dimana rangkaian cerita itu berawal dan juga
berakhir.
Siapa
sangka cerita itu sudah berumur 5 tahun. Bak anak kecil yang mulai meninggalkan
masa balitanya. Kamu pun telah meninggalkan saya. Dan cerita kita telah
berakhir seperti berakhirnya masa balita anak itu
Anak
kecil itu mulai menginjak bangku sekolah yang baru. Kamu pun telah menginjak
masa yang baru tanpa diriku. Sedangkan aku menjadi yang kamu
tinggalkan. Menjadi sisa-sisa jejak langkahmu yang mulai pergi. Tertinggalkan olehmu
bersama kenanganmu yang kamu abaikan begitu saja. Perih.
Anak
kecil itu mulai belajar membaca yang menjadi hal baru baginya, mulai belajar
menulis huruf hingga terangkai kata. Kamu pun telah belajar bersama
seseorang yang baru, mulai menulis peristiwa yang baru kemudian kamu rangkai
aksara demi aksara hingga tercipta cerita cinta antara kamu dan wanitamu.
Sedangkan
aku yang telah kau abaikan tetap hidup dengan kenangan. Hingga aku menyukainya.
Menyukai kenangan bersamamu yang sudah tak bisa ku ulang. Biarlah aku akan
tetap suka.
Ingatkah
kau kita pernah menulis cerita dibawah skenario kehidupan? Padahal terlalu dini
untuk aku bisa merasakan apa itu cinta yang sebenarnya.
Bagaimanapun
juga kamu harus ingat aku adalah salah satu tokoh dalam cerita cinta pilumu.
Kenangan jangan dilupakan.
Biarkan dia hidup dalam ingatan. Agar kamu tetap dapat mengikhlaskan. Jadikan dia
pelajaran untuk masa depan. Semoga kamu menjadi lebih baik juga mapan dalam
kehidupan.
dari pemeluk kenangan,
yang pernah kau sayang begitu dalam