Blogger Widgets
X-Steel - Wait Wavy Tail

Minggu, 05 Juli 2015

Tak Lagi Milikmu :)

Hujan turun begitu derasnya sederas air yang turun dari kedua bola mata gadis remaja itu. gadis cantik bernama Ify. ia telah menangis tersedu-sedu semalam suntuk. Wajah pucat dan mata sembab jelas terlihat diwajahnya. Tak pernah Ify serapuh ini hanya karena seorang laki-laki. Laki-laki yang sangat ia cintai, namun bukan kekasihnya. Laki-laki itu memang bukan kekasihnya, namun sangat dekat sekali dengannya. Rio namanya. Malam itu Rio tiba-tiba ingin mengakhiri sandiwara mereka dan meminta Ify untuk melepaskan Rio. Namun tidak semudah itu Ify melepaskan Rio. Rio telah membuatnya nyaman. Rio telah membuatnya mengerti banyak hal, terutama bahwa cinta itu tak harus memiliki. Tetapi rio tetap kekeh untuk pergi. Sejenak ify berpikir ‘jika aku masih menahan Rio untuk tetap tinggal, dia harus siap merasakan sakit yang lebih dari sekarang. Namun jika ia melepaskan Rio, memang di awal sangat sulit tetapi dia percaya pasti bisa’. Dan akhirnya Rio dan Ify memutuskan untuk kembali di jalan mereka masing-masing. Sudah tidak ada lagi seseorang yang selalu ada setiap membutuhkan satu sama lain. Ify telah ikhlas dengan semua ini. Mencoba tersenyum melangkah menyambut hari baru. Satu minggu berlalu, ify berhasil tersenyum tanpa Rio. Namun entah tiba-tiba Rio hadir kembali. Mencari Ify. Menginginkan Ify kembali bersamanya lagi. Seenaknya saja pergi lalu datang kembali seperti ini, pikir Ify. Sejenak ia merenung dan memutuskan untuk benar-benar pergi dan tak ingin Rio kembali. Ify sepenuhnya telah menutup hatinya untuk Rio. Rio tak banyak memaksa. Dia sejujurnya telah mengetahui bagaimana perasaan Ify saat ia pergi. Rio pun tak ingin gegabah mengambil tindakan. Pelan-pelan ia mendekati Ify lagi, selalu ada untuk Ify, dan menaruh perhatian lebih lagi. Kembali membuat Ify nyaman. Pernah terbesit pikiran Ify untuk luluh akan godaan dan rayuan itu. Namun Ify berpikir dua kali jika harus kembali bersama Rio. Rio memang bukan kekasihnya, bukan pula sahabatnya. Hubungan mereka.... entahlah mungkin bisa dibilang ‘Hubungan Tanpa Status’. Tak pernah ada ikatan diantara mereka. Rio pernah berkata ‘aku sayang kamu fy’. Tapi Rio juga pernah membuat Ify sangat terluka. Cara Rio menyayangi Ify, bukan seperti yang diharapkan Ify. Rio menyayangi Ify, juga wanita lain diluar sana. Sesungguhnya Ify telah banyak berjuang untuk hubungan mereka, walaupun Ify tahu hati Rio bukan sepenuhnya milik Ify. Dengan berbagai alasan, dahulu Ify berjuang untuk Rio karena ia sangat menyayangi Rio. Namun perjuangannya seperti tak pernah dihargai. Masih saja Rio bermain dengan kecintaannya diluar sana. Bukan hanya sekali Rio menyakiti Ify, Ify tetap bertahan. Terkadang Ify merasa capek atas sikap Rio yang selalu saja seperti itu. Dan sekarang Ify benar-benar berhenti berjuang. Bukan karna tak sayang lagi. Namun ia capek bertahan dengan hasil yang nihil. Ify lebih baik pergi daripada harus tersakiti lebih dari ini. Toh, Rio pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari Ify, namun ia tak akan pernah dapatkan yang sama seperti Ify karena hanya Ify yang mampu bertahan. Ify pergi bukan karena benci. Ify pergi karena sayang, jadi ia lebih memilih Rio bahagia dengan kecintaannya. Satu hal yang perlu Rio tahu, Ify sangat menyayangi Rio walaupun kini Rio sudah tak bersamanya lagi. Ify yakin diluar sana ada yang bisa membuat Rio tersenyum lepas dan bahagia lebih dari saat bersamanya. Diluar sana pasti ada yang bisa membuat Rio bahagia. Walaupun sulit Rio dapatkan yang sama seperti Ify. Saat ini Ify benar benar pergi. Ify harap ada seseorang yang hadir lagi dihidup Rio, memberi warna lain. Seseorang yang bisa membahagiakan dan membuat Rio nyaman dengan caranya. Dan itu bukan Ify. Ify akan tetap tersenyum melihat Rio dari jauh saat Rio menemukan dan telah bersama seseorang yang Rio butuhkan. Bahagiamu, bahagiaku juga. IFY SAYANG RIO :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar