Pertama kali aku melihatnya sedekat
itu, selama itu. dan aku merasakan tatapannya. Pandangan matanya yang belum
pernah kurasakan darinya. Dan pertama kali senyum itu terbentuk ke arahku.
Bersamaan dengan tatapan matanya yang indah. Ya, aku yakin itu memang untukku.
Senyum itu untukku, senyum yang sangat lepas dan ikhlas. Senyum yang begitu
indah dari sudut bibir manisnya. Ku memberanikan diri menatapnya. Melihat kedua
bola matanya. Dekat. Cukup dekat, hanya berjarak sekitar semeter saja.
Pandanganku tepat menuju ke arahnya. Aku tak berani menatap lama bola mata itu.
aku terlalu takut. Aku tak tahu mengapa saat itu sudut bibirku membentuk sebuah
senyuman, tepat pada saat dia melihatku. Entah mengapa nyaliku begitu besar
didekatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar